Pinjam uang nyicil sampah,beli sembako bayar sampah,beramal dengan sampah

“Pengelolaan sampah menggunakan konsep bank sampah yaitu Menggunakan 5 M antara lain : Mengurangi sampah, Memilah sampah, Memanfaatkan sampah,

Mendaur ulang sampah, Menabung sampah “ ucap Riduan SH anggota TIM Manajemen Perubahan BLHD kukar saat paparan sosialisasi pembentukan

Bank Sampah Kelurahan/Desa di Loa Duri Ilir Kecamatan Loa Janan beberapa waktu yang lalu (9/8).

 

Tim yang dipimpin oleh bpk Rustam Efendi,SH,M.Si mengatakan sesuai dengan RPJMD 2016-2021 Kab.Kutai Kartanegara

bahwa akan terbentuk bank sampah disetiap desa/kelurahan. Sehingga pengelolaan sampah terkelola dengan baik

 

dan mengurangi penumpukan sampah di TPA.

sosialisasi bank sampah1

Raker Tim MP BLHD dengan Tim Teknis

Bertempat di ruang rapat amdal BLHD Kukar, Senin (29/8) diadakan Rapat Kerja Pendampingan Tim Teknis (Manajemen perubahan) MP atau yang biasa disebut tim 3 dengan Tim MP BLHD Kutai Kartanegara. Raker yang dihadiri Kepala BLHD Drs.H.Muhammad Syaifuddin dan anggota TIM MP BLHD dipimpin  oleh Koordinator Tim Edy Mardian,SE yang juga sebagai Sekretaris BLHD.

Edy Mardian dalam sambutanya mengatakan ini adalah awal tim MP BLHD melakukan rapat kerja, dikarenakan kesibukan adanya kegiatan lain. Tapi dalam implementasinya tim sudah berjalan kebeberapa kecamatan dan kelurahan terkait pelaksanaan pembentukaan Bank Sampah dan kegiatannya yang juga merupakan Quick Wins kami “ujarnya. Kenapa masalah sampah kami angkat.. karena banyak sekali permasalahan sampah yang apabila tidak kita benahi maka akan berdampak tidak baik bagi kehidupan selanjutnya. Apalagi kota kita sudah pernah meraih piala Adipura jadi harus bersih dan sehat.

Lebih lanjut Edi mengatakan ada dua hal yang penting dalam pengelolaan sampah ini antara lain Bagaimana kita dapat mengurangi sampah yang menumpuk di tempat pembuangan akhir dan apa yang bisa kita perbuat sehingga sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Maka bank sampah harus berperan aktif terutama dalam meramu atau membuat daur ulang sampah yang bahkan bisa menjadi bernilai ekonomis dan berkah.

Ismi Mufidah,S.KM selaku Koordinator Tim Teknis mengatakan sampai saat ini masalah sampah belum terpecahkan. Apalagi saat ini dalam penganggaran juga terkendala dengan adanya pengurangan sehingga berrdampak quick wins tidak tecapai semaksimal mungkin.

“Quick Win sudah bagus tinggal mengganti judulnya saja dan tidak kalah penting ini mendukung Adipura” ujarnya