Diskusi Publik Caleg Perempuan

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menyadari sepenuhnya akan pentingnya kedudukan perempuan bagi kelangsungan proses pembangunan di Kabupaten Kutai Kartanegara yang kita cintai ini. Dalam grand strategy “GERBANG RAJA”, perempuan merupakan komponen strategis yang mendapat perhatian, hal ini tertuang pada misi ke 7 (tujuh) pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2010-2015 yaitu meningkatkan peran dan partisipasi perempuan dalam berbagai aspek kehidupan.

Sehingga bagi kaum perempuan diharapkan tidak hanya menjadi pengguna hasil pembangunan, namun juga ikut berperan melaksanakan dan berpartisipasi di segenap aspek pembangunan,mulai dari membina keluarga, dunia politik, arena bisnis, hingga di semua lini lapangan usaha, sehingga perempuan memiliki hak asasi yang sama dengan kaum pria. Demikian dikatakan Staf Ahli Bupati Kukar, Haji Otoy Usman saat membuka diskusi publik caleg perempuan yang berlangsung di Gedung Wanita Tenggarong, Kamis ( 13/3 ) yang di gelar Pimpinan Majelis Daerah Forum Alumni HMI Wati PMD Forhati Kukar.

Otoy Usman juga menambahkan ada beberapa permasalahan masih dirasakan kaum perempuan di Kabupaten Kutai Kartanegara ini antara lain, rendahnya partisipasi kaum perempuan dalam pembangunan dan politik,terjadinya kesenjangan hak dan kedudukan terhadap kaum perempuan, terjadinya berbagai tindak kekerasan di rumah tangga dan masih terdapatnya kesenjangan partisipasi politik kaum wanita yang bersumber dari ketimpangan struktur sosio-kultural masyarakat.

Rendahnya peran perempuan dalam dunia politik karena selama ini masyarakat pada umumnya masih melihat kaum perempuan ditakdirkan bukan untuk dunia politik, masyarakat masih diskriminatif dalam melihat kaum perempuan dalam partai politik. Keterlibatan perempuan dalam dunia politik pasti membawa konsekuensi tertentu seperti waktu dirumah yg lebih sedikit, sering bepergian dengan kolega yang mayoritas laki-laki, dan sebagainya. Atas nama Pemerintah Daerah dan pribadi ia menyambut baik acara ini karena dengan acara diskusi ini dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan serta media uji publik bagi kaum perempuan yang akan mencalonkan diri menjadi anggota legislatif di daerah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Persoalan politik dan demokrasi bukanlah peluang yang akan datang secara tiba-tiba, tapi harus direbut dan diupayakan, serta kesungguhan dan stamina yang prima dalam memperjuangkannya, sehingga tidak berhenti ditengah jalan ketika menghadapi persoalan yang cukup serius. Perempuan harus didorong untuk benar-benar memahami apa yang dipersoalkan, apa yang hendak diperjuangkan dan tujuan akhir dari perjuangan perempuan. Mudah-mudahan melalui forum diskusi ini akan menghasilkan kesepakatan-kesepakatan yang dapat menunjang kemajuan kaum perempuan di Kabupaten Kutai Kartanegara ini khususnya dalam bidang politik, harap Haji Otoy Usman.

Sementara itu, menurut ketua panitia pelaksana Rahmawati mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengajak kaum perempuan untuk bisa lebih cerdas dalam memilih perwakilan di legeslatif yang sudah didepan mata, bisa bersuara , membela kepentingan perempuan Kukar secara khususnya dan perempuan Kaltim secara umumnya, yang digeber oleh Pimpinan Majelis Daerah Forum Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Wati PMD Forhati Kukar diikuti para caleg perempuan, beberapa organisasi wanita, mahasiswa Unikarta serta para pelajar yang ada di Kota Tenggarong.

Forhati sendiri menurut Rahmawati merupakan salah satu organisasi wanita yang ada di Kukar dan merupakan lanjutan dari Kohati atau pensiunan dari HMI wati. Keberadaan Forhati di kukar sendiri berdiri sejak tahun 2010 dan sudah melaksanakan berbagai kegiatan kesehatan reproduksi perempuan dan pelatihan kewirausahaan bagi kaum pemuda atau remaja, ujar Rahmawati. ( hmp 04 ).

50 Peserta Ikuti Penyuluhan Tentang Kanker Serviks

TENGGARONG – Dalam rangkaian program kerja Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kutai Kartanegara tahun 2013 – 2014, selain mengadakan bakti sosial di Pondok Pasantren Hidayatullah dan penanaman pohon di Desa Lok Sumber Kecamatan Loa Kulu, Kepengurusan GOW juga mengadakan penyuluhan deteksi kanker serviks, pemeriksaan pap smear dan iva test. Pemeriksaan dilakukan di aula Puskesmas Kecamatan Loa Kulu, Sabtu (22/3) Ketua GOW Kab. Kukar Hj. Dayang Telcip Suryani dalam sambutannya mengatakan, kanker serviks menjadi salah satu masalah utama pada kesehatan perempuan di dunia, terutama pada Negara berkembang yang mempunyai sumber daya terbatas seperti Indonesia.

“Alasan utama meningkatnya penderita kanker tersebut di Negara berkembang adalah. Karena kurangnya program penapisan yang efektif dengan tujuan untuk mendektesi keadaan sebelum kanker maupun kanker pada stadium dini termasuk pengobatannya sebelum proses invasive lebih lanjut,” urai Hj. Telcip.

Lebih lanjut dijelaskan Telcip, kanker serviks termasuk jenis kanker yang paling mudah dicegah dan diobati, namun karena biasanya pasien datang berobat dengan kondisi stadium lanjut, sehingga angka kematiannya menjadi tinggi. Untuk mendeteksi secara dini kita dapat menggunakan metode pap smear. ”Namun metode ini dirasa masih terlalu mahal untuk sebagaian besar anggota masyarakat di negara – negara sedang berkembang, Para peneliti telah menemukan dan menguji metode IVA (inspeksi visual dengan asam asetat 4%), “jelasnya.

Telcip berharap semoga, pemerintah daerah dan semua SKPD dan organisasi terkait bisa berupaya seoptimal mungkin untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat sebagai salah satu upaya promotif dan preventif dengan melakukan deteksi dini kanker serviks. ”Ingat mencegah lebih murah dan mudah dari pada mengobati ,“ ujar Telchip lebih lanjut. Sementara itu Ketua panitia Pelaksana Kegiatan Penyuluhan Hj. Linda dalam laporannya menjelaskan, kegiatan penyuluhan ini merupakan kerjasama Gabungan Organisasi Wanita khususnya di bidang sosial, kesehatan, kesejahteraan keluarga dan lingkungan hidup dengan pengurus ranting Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Loa Kulu.

Dijelaskan Hj Linda, tujuan umum dari kegiatan ini adalah dapat memberikan kontribusi tentang pengenalan, pengindetifikasian dan perlakuan terhadap kanker serviks kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya kaum wanita, serta mensosialisasikan kepeda peserta penyuluhan agar memahami cara melakukan deteksi dini dan turut mendukung program pemerintah dalam pengendalian penyakit tidak menular, yaitu kanker serviks sehingga dapat menurunkan angka kesakitan, kematian dan kecacatan yang diakibatkannya.

“Sedangkan tujuan khusus dari penyuluhan ini adalah memberikan pengetahuan tentang cara deteksi dini kanker serviks serta mengajak seluruh anggota masyarakat sekitar untuk turut serta melakukan penjaringan dengan deteksi dini kanker serviks melalui pap smear dan IVA test,” ujarnya. Kegiatan ini di hadiri PLH Kepala UPTD Puskesmas Loa Kulu, penyuluhan di ikuti 50 orang peserta terdiri dari ibu – ibu PKK, kader kesehatan dan anggota masyarakat Kecamatan Loa Kulu.(hmp -3)

6 Kecamatan Dilatih Wirausaha Aneka Olahan Ikan Lele

TENGGARONG – Sebanyak 20 Orang terdiri dari 6 kecamatan diwilayah kerja Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Tenggarong, Kutai Kartanegara yakni Kecamatan Loa Janan, Loa Kulu, Tenggarong, Tenggarong Seberang, Sebulu dan Muara Kaman bersama-sama dilatih dalam Program Pendidikan Kewirausahaan Masyarakat (PKM) “Aneka Olahan Ikan Lele, dan Diklat Pendidik Paud.

Pelatihan tersebut dibuka Kadis Pendidikan melalui Sekretaris Disdik Kukar Yuliandris, disaksikan Kepala SKB Tenggarong Bukhori, S.Pd, Kepala Desa Bukit Raya, Pemateri dari SMK Samarinda, jajaran disdik peserta pelatihan dan undangan lainnya, Jumat (31/10) di SKB Tenggarong, LI Tenggarong Seberang.

Kepala SKB Tenggarong Bukhori mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya menumbuhkembangkan minat wirausaha di Kutai Kartanegara. “Dalam pendidikan ini kita datangkan pemateri yang membidangi kewirausahaan terkait dengan pengolahan aneka ikan lele bernilai ekonomis,” katanya.

Diharapkan peserta betul-betul memanfaatkan kesempatan untuk menggali ilmu sehingga dapat mengembangkan usaha pengolahan aneka ikan lele. “Wirausaha aneka olahan ikan lele ini bisa dikembangkan dengan kemasan produk yang menarik, dan memperkaya khasanah olahan, guna memenuhi permintaan pasar,” harapnya.

Sementara itu Kadis Pendidikan melalui Sekretarisnya Yuliandris menyambut baik kegiatan tersebut, “Saya senang sekali, pelatihan ini banyak manfaatnya untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat bagaimana cara mengolah makanan atau aneka olahan dari ikan lele,” katanya. Menurut dia, olahan ikan lele ini bisa dikemas dengan menarik seperti presto bandeng dengan rasa nasional, “Artinya agar ikan lele ini nantinya cocol dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat dengan khas rasanya nasional,” ujarnya.

Ditambahkan Yuliandris olahan ikan lele ini jangan hanya dirasakan orang lokal saja melainkan khas rasanya harus dibuat secara nasional sehingga siapapun bisa menikmatinya. Katanya. Pendidikan kewirausahaan masyarakat aneka olahan ikam lele tersebut bekerjasama dengan BP-PAUDNI Regional IV Banjarbaru dengan UPT, SKB Tenggarong dengan 120 jam pelajaran. (Irwan/hmp04)

Dorong Peningkatan Peran Wanita Menuju Keluarga Sejahtera

TENGGARONG – Badan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BKBP3A) Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar rapat koordinasi terkait pembentukan tim penilai pembinaan program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS), Selasa (3/3) di Kantor BKBP3A Tenggarong.

Rapat tersebut dipimpin Kepala BKBP3A Hj Aji Lina Rodiah mengatakan pentingnya penyusunan tim penilai bertugas memberikan penilaian dalam lomba seperti Rumah Sakit Sayang Ibu (RSSI), Gerakan Sayang Ibu (GSI), Kecamatan Sayang Ibu (KSI) hingga perusahaan pembina tenaga kerja terbaik.

“Tujuan dari penilaian P2WKSS untuk mendorong peningkatan peran wanita menuju keluarga sehat sejahtera. Semua komponen dinilai untuk peningkatan kesejahteraan,” katanya.

Menurut dia, selain pembentukan tim juga dibahas tentang kecamatan/kelurahan, rumah sakit, perusahaan yang akan dibina dan diprioritaskan dalam penilaian. “Tim penilai sendiri terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja, PKK, BKBP2A, yang secara keseluruhan akan menilai lokasi-lokasi yang sudah ditentukan seperti di rumah sakit hingga kecamatan,” katanya.

Ditambahkan Rodiah, dalam pembentukan tim ini juga sebagai langkah untuk meningkatkan kerjasama tim kabupaten di lapangan. Dijelaskannya dalam dua tahun terakhir ini Kukar hanya mendapat peringkat 3-5, dan belum meraih juara I tingkat provinsi Kaltim. “Secara nasional Kukar diakui dengan penghargaan APE (Anugerah Parahita Ekapraya), dengan penghargaan ini mendorong dan memotivasi dan lebih baik kedepannya,” jelas Rodiah.

Dengan penilaian tersebut menjadi penguat dikalangan masyarakat, rumah sakit, perusahaan dan lainnya. Sebelum tim menilai terlebih dahulu akan diberikan pembinaan sesuai dengan kreteria kinerja penilaian. “Pemenang lomba mendapat penghargaan dari kementerian Kesehatan RI diserahkan pada peringatan hari Ibu Desember mendatang,”. Demikian jelasnya. [] rb/irwan/hmp01

DWP Kukar Tambah Pengetahuan Dari DWP Batam

TENGGARONG – Guna menjalin silaturahim dan menambah pengetahuan , Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke DWP Kota Batam, Kamis (25/9) lalu. “Kegiatan ini sekaligus untuk bertukar informasi dan pengalaman mengenai program kerja DWP,” ujar Ketua DWP Kukar Hj Hernawati Bahrul, Kamis (2/10).

Pada Kunker tersebut, rombongan DWP Kukar yang dipimpin Hj Hernawati diterima oleh Wakil Ketua DWP Batam Erdawati Firmansyah. Pada pertemuan tersebut, DWP Kukar juga menggali informasi mengenai kiat DWP batam dalam ikut serta men sukseskan Batam sebagai kunjungan wisata terbanyak ke 3 di Indonesia.

Hernawati menambahkan Kunker tersebut, DWP Kukar juga sekaligus mengadakan Bimbingan Teknis dalam membuat kue Kek Pisang bagi anggotanya. Untuk diketahui Kek Pisang merupakan kudapan oleh-oleh khas Batam yang memiliki nilai ekonomis.

Sehingga menurutnya jika kue semacam Kek Pisang juga dikembangkan di Kukar, diharapkan bisa meningkatkan pendapatan kelompok pembuatnya. “Apalagi di Kukar ini bahan baku pisang cukup melimpah, jadi harapan kami bisa dijadikan suatu kudapan untuk oleh-oleh khas Kukar,” ujarnya. (hayru;hmp03)

TP PKK Kukar Adakan Rakon SeKabupaten Kukar

TENGGARONG – Tim Penggerak PKK Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar rapat konsultasi sebagai upaya membangun persamaan persepsi dan keterpaduan dalam pengelolaan setiap kegiatanya. Rakon dibuka oleh Wakil Bupati Kukar HM Ghufron Yusuf, di Ikuti 126 orang dari TP PKK Kecamatan SeKabupaten Kukar, di Pendopo Wakil Bupati, Rabu (17/9), kemarin.

HM Ghufron Yusuf pada saat menyampaikan sambutan Bupati Kukar Rita Widyasari mengatakan pentingnya 10 program pokok PKK yang meliputi penghayatan dan pengamalan pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, pendidikan dan keterampilan, kesehatan, pengembangan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup dan perencanaan sehat.

Terkait dengan hal tersebut tambahnya pembangunan suatu bangsa harus dimulai dari keluarga, karena didalam keluarga sebagai unit kecil merupakan basis pertama yang akan membentuk kepribadian seorang manusia. Dengan demikian akan tercipta keluarga sejahtera yang tangguh dan mandiri yang nantinya melahirkan SDM pelaksana pembangunan dan peran PKK harus dioptimalkan karena PKK bisa melibatkan ibu – ibu yang membimbing anaknya.

Sementara Ketua TP PKK Kabupaten Kukar Hj Asih Qurnia Ghufron mengatakan pemberdayaan keluarga melalui program pokok PKK perlu ditingkatkan kemandirian, karena pentingnya hal tersebut dalam pelaksanaan program dan kegiatan PKK baik kebijakan umum maupun teknis yang tidak dapat dipisahkan dengan tugas dan tanggung jawab seluruh instansi dan lembaga terkait sehingga kemitraan TP PKK dengan pemerintah daerah perlu terus dipelihara, dibina dan ditingkatkan. Lebih lanjut tambahnya dengan adanya rakon PKK dapat menghimpun ide, sharing, mengatur rencana kerja hinggga evaluasi untuk menentukan arah kedepan akan terarah ,”Rakon seperti ini sangat penting untuk mengevaluasi tentang program – progam PKK yang dijalankan”, katanya.

Sedangkan dalam laporanya ketua panitia pelaksana Hj Dayang Safiah Alwi menyampaikan kegiatan rakon yang diadakan selama 3 (tiga) hari dari tanggal 16 s/d 18 September 2014 merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk mengevaluasi kegiatan – kegiatan yang telah dilaksanakan serta membahas kendala yang dihadapi pada saat pelaksanaan program kerja maupun permasalahan yang timbul dalam lingkungan masyarakat dan menyusun program kerja yang berorientasi pada 10 program pokok PKK.

Dalam kesempatan tersebut TP PKK Kabupaten Kukar memberikan hadiah kepada para pemenang lomba pemanfaatan lahan perkarangan Hatinya PKK yang terbaik 1 di dapatkan oleh Kelurahan Melayu, terbaik 2 Kelurahan Jahab, terbaik 3 Kelurahan Maluhu, harapan 1 Kelurahan Baru, harapan 2 Kelurahan Loa Ipuh dan harapan 3 Kelurahan Sukarame Tenggarong.

Dilanjutkan dengan pemberian hadiah pemenang lomba pelaksana kesatuan gerak PKK, KB, Kesehatan, yang dijuarai oleh Desa Tani Harapan Kecamata Loa Janan, juara 2 Desa Bunga Putih Kecamatan Marang Kayu, juara 3 Desa Kota Bangun Ilir dan juara 4 Desa Bukit Pariaman Kecamatan Tenggarong Seberang.

Kemudian untuk lomba prilaku hidup bersih dan sehat tahun 2014 dijuarai oleh Kelurahan Sarijaya Kecamatan Sangasanga, Juara 2 Kelurahan Selok Api Darat Kecamatan Samboja, juara 3 Kelurahan Tama Pole Kecamatan Muara Jawa dan juara 4 Kelurahan Maluhu Kecamatan Tenggarong.(hmp10)

Tenggarong Wakili Kukar Lomba Cipta Menu Tingkat Provinsi

TENGGARONG – Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sukses menyelenggarakan Lomba Cipta Menu Gerakan Makan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA). Kegiatan tersebut diikuti oleh 18 Kecamatan di Kukar dan dibuka resmi Wakil Bupati Kukar HM Ghufron Yusuf, Kamis (28/8) lalu di Pondok Jajak, Tenggarong.

Setelah dilakukan penilaian dengan mencicipi setiap masakan yang disuguhkan masing-masing peserta lomba cipta menu oleh juri dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, Tim Penggerak PKK Kabupaten serta perwakilan dari SMK 5 jurusan Tata Boga Samarinda. Juri memutuskan dan tidak dapat diganggu gugat yakni pemenang lomba cipta menu diawali juara Harapan II diraih Kecamatan Loa Janan dengan nilai 109,5 poin. Harapan I Muara Jawa dengan 110,0 Poin. Juara III diraih Tenggarong Seberang dengan 111,4 poin. Juara II diraih Loa Kulu dengan nilai 115,3 poin. Dan sebagai juara I dimenangkan Kecamatan Tenggarong dengan 116,2 poin.

Dengan demikian Kecamatan Tenggarong berhak mewakili Kukar untuk selanjutnya mengikuti lomba cipta menu tingkat provinsi Kaltim. “Pemenang lomba cipta menu kecamatan Tenggarong berhak mewakili Kukar berlomba ditingkat provinsi 10 September 2014 di Samarinda,” kata Sekretaris Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Ir Hanan, usai penyerahan piala dan piagam penghargaan oleh Wakil Bupati Kukar HM Ghufron Yusuf.

Dalam gerakan makan B2SA itu juga melibatkan 1000 orang siswa-siswi dari tingkatan SD, SMP, SMA serta aparatur pemerintah dengan tujuan untuk lebih mempromosikan dan membiasakan memakan makanan non beras non terigu.

Pihak panitia telah menyiapkan makanan non beras, yakni nasi jangung, singkong nasi pintar ditambah dengan lauk pauk terdiri dari sayur-sayuran ikan dan lainnya. Para siswa-siswi yang telah berdatangan usai acara disisi kiri kanan telah tersedia beragam makanan bergizi untuk di santap bersama-sama. (Irwan/hmp04)

TP PKK Kukar Adakan Bimtek dan UP2K di Desa Embalut

TENGGARONG – TP PKK Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengadakan kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) pengelolaan administrasi dan Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), dibuka oleh ketua TP PKK Kabupaten Kukar Asih Qurnia Ghufron, diKantor Desa Embalut Kecamatan Tenggarong Seberang, Sabtu (23/8), kemarin.

Dalam sambutannya Hj Asih Qurnia Ghufron mengatakan penyelenggaraan bimtek pengelolaan administrasi dan usaha kelompok UP2K merupakan program kegiatan TP PKK Kabupaten Kukar yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta menambah pengalaman bagi ibu – ibu kader PKK Desa dalam pengelolaan administrasi dan pengembangan kelompok usaha produktif melalui wadah kelompok UP2K.

Ia meminta agar ibu – ibu PKK yang ada di desa Embalut aktif mengolah hasil tanaman yang ada di desa tersebut menjadi sebuah produk yang bisa ditawarkan dan dijual sebagai produk yang bisa diandalkan dalam sarana mensejahterakan keluarga.
Menurut dia, pengelolaan adminitrasi dan kelompok usaha UP2K harus dilakukan dengan baik dan konfrehensip, sehingga manajeman PKK dan dalam memberikan informasi mampu mendukung pembangunan di Kabupaten Kukar,”Apalagi baru – baru ini desa Embalut baru saja menyabet gelar juara 4 desa lestari seIndonesia mengalahkan ribuan desa lainnya, saya merasa sangat bangga tapi dibalik keberhasilan tersebut jangan cepat berbangga diri masih banyak yang perlu kita benahi dan tingkatkan untuk mendapatkan yang lebih baik lagi”,katanya.

Dia mengajak kepada para seluruh ibu – ibu PKK di Desa Embalut terus berusaha dalam meningkatkan keterampilan dalam mempersiapkan diri dengan berbagai pertanyaan dari desa lain didalam Kukar maupun diluar Kukar nantinya,”Dengan adanya predikat juara 4 yang telah didapat, suatu saat nanti pasti ada yang akan bertanya dan mempelajari tentang Desa Embalut ini dalam mengelola Desanya sampai mengalahkan ribuan desa lainnya, untuk itu kerjasama dari semua pihak dalam mempersiapkan tantangan kedepan sangatlah berguna, jangan pernah puas teruslah berusaha dalam mencapai kesejahteraan”,ujarnya.

Sementara ketua Pokja II Hamidah Erwin mengatakan materi kegiatan mencakup tentang program kelompok kerja dua (PokjaII) yang berkaitan dengan pengembangan kehidupan berkoperasi dalam wadah kelompok UP2K diantaranya administrasi UP2K, usaha produktif UP2K dan praktek pengolahan makanan seperti pembuatan kue dan pengemasan produk.

Turut hadir dalam acara Ketua TP PKK Kecamatan Tenggarong Seberang Fatrisia Erlina, Sekretaris Desa Embalut Saili, pemateri Ahmad Zain dan praktek pembuatan kue oleh Nurul Huda dari UKM center Tenggarong. Acara dirangkai dengan praktek pembuatan kue kering dan mengemas produk hasil olahan serta ditutup dengan pemberian bahan dan alat membuat kue kepada peserta.(hmp10)

DWP Kukar Serahkan Bantuan Kebakaran

TENGGARONG – Korban kebakaran di Jalan Panjaitan Gang 2, Gang 3 dan Gang Keluarga RT 02, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong , terus mendapatkan bantuan dan kali ini bantuan diberikan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kutai Kartanegara , Selasa (5/8), kemarin.

DWP Kabupaten Kukar yang dipimpin oleh Hj Hernawati Bahrul didampingi dengan para pengurus DWP lainnya memberikan bantuan berupa bahan makanan dan pakaian kepada para korban kebakaran yang diserahkan kepada Camat Tenggarong Mulyadi diposko induk.Dalam kesempatan tersebut Hj Hernawati Bahrul bersama pengurus yang didampingi oleh Mulyadi datang mengunjungi para korban dan melihat secara langsung puing – puing yang tersisa setelah api melalap habis pemukiman para warga.

Hj Hernawati Bahrul meminta kepada para warga yang terkena musibah bisa tabah dalam menghadapi musibah yang tidak diinginkan oleh semua orang, “Semua orang pasti tidak ingin mendapatkan musibah seperti ini kehilangan tempat tinggal tapi apa boleh dikata semua tentu sudah bagian dari rencana Tuhan tinggal kita saja yang menyikapinya, jadikanlah ini adalah sebuah pelajaran bagi setiap orang agar bisa mengambil hikmah dari kejadian ini dan jangan sampai ini terulang kembali”, katanya.

Selain itu Ia juga berharap bantuan yang telah diberikan untuk dibagikan kepada warga yang menjadi korban bisa bermanfaat dan berguna serta mengurangi beban para korban.Sementara Mulyadi mengatakan bantuan – bantuan yang didapat dari bebagai pihak setiap harinya langsung di distribusikan kepada para korban kebakaran untuk dipergunakan karena kebutuhan tersebut sangatlah mendesak.

Pihaknya selalu terus siaga dalam 24 jam dan terus melakukan evaluasi setiap harinya medata jumlah bantuan,”Pada saat ini kami tidak lagi menunggu tapi kami melakukannya seperti menjemput bola hal tersebut dilakukan agar semua bantuan yang datang bisa segera langsung dirasakan oleh para korban kebakaran”, ungkapnya. Ia menghimbau kepada masyarakat Kukar agar selalu waspada pada diri sendiri agar hal – hal yang merugikan orang lain seperti halnya yang telah dialami oleh warga di gang 2,3 dan gang keluarga tidak terulang lagi.

“Jika ingin meninggalkan rumah dalam waktu yang lama agar bisa melapor kepada ketua RT setempat dan sebelum pergi agar selalu memperhatikan instalasi – instalasi listrik apakah sudah benar – benar dimatikan atau belum dan kompor maupun tabung gas juga harus dilihat lagi,kewaspadaan pada diri sendiri itu lebih penting demi keselamatan bersama”,pintanya.(hmp10)

Asih Meminta Pihak Sekolah Bisa Toleransi

TENGGARONG – Ketua Tim Penggerak PKK Hj Asih Qurnia Ghufron menghimbau kepada seluruh Sekolah yang ada di Tenggarong terutama bagi sekolah yang mempunyai murid korban dari kebakaran Jalan Panjaitan Gang 2, Gang 3 dan Gang Keluarga RT 02, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, agar bisa memberikan toleransi kepada murid tersebut untuk memberi bantuan berupa seragam sekolah atau memberikan keringanan agar bisa tetap bersekolah.

Hal tersebut diungkapkannya setelah memberikan bantuan kepada korban kebakaran yang berasal dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Kutai Kartanegara yang diterima oleh Kasi Trantib Kecamatan Tenggarong Tumaidi di Posko Induk Kebakaran, Selasa (5/8), kemarin.
“Karena bulan ini menginjak tahun ajaran baru tentu saja setiap murid baru maupun yang lama harus membeli perlengkapan sekolahnya dari buku, tas, pakaian dan sepatu sekolah, untuk itu bentuk kepedulian setiap sekolah kepada para anak didiknya yang merupakan korban dari kebakaran, sangat dibutuhkan dalam memberikan bantuannya dengan memberikan secara gratis hal tersebut untuk meringankan beban para murid serta orang tua mereka”,ungkapnya.

Ia mengajak pada semua masyarakat agar bisa saling peduli dengan sesama, setiap musibah yang terjadi tentu bukanlah keinginan tapi merupakan sesuatu yang telah digariskan,”Kita sebagai sesama manusia merupakan kewajiban kita untuk saling membantu dalam meringankan beban saudara kita, memberikan motivasi agar bisa bangkit lagi dan dukungan semua pihak sangatlah diperlukan”,tambahnya.
Selain itu Ia juga mengingatkan agar masyarakat harus tetap waspada dengan bahaya api, agar kejadian yang telah terjadi tidak terulang lagi, kelalaian satu orang bisa berakibat bagi banyak orang.

Ia menghimbau kepada ketua RT agar bisa lebih kreatif dalam mengingatkan para warganya dengan membuat slogan – slogan untuk mengingatkan sebelum meninggalkan rumah dan diletakkan didepan gang atau tempat – tempat strategis lainnya yang mudah dilihat oleh warga.(hmp10)