Potensi Daerah

Potensi Daerah

* Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Malinau
* Sebelah Timur berbatasan dengan Kab. Kutai Timur dan Selat Makassar
* Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Pasir
* Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Kutai Barat

Secara administratif, Kabupaten Kutai Kartanegara terbagi dalam 18 wilayah kecamatan dan 225 desa/kelurahan. Dengan pertumbuhan penduduk 4,13% per tahun, penduduk Kabupaten Kutai Kartanegara mencapai 540.994 jiwa (2007) dengan pertumbuhan penduduk sebesar 2,73% (sumber : Dinas Capil Kutai Kartanegara).
Topografi

Topografi wilayah sebagian besar bergelombang sampai berbukit dengan kelerengan landai sampai curam. Daerah dengan kemiringan datar sampai landai terdapat di beberapa bagian yaitu wilayah pantai dan DAS Mahakam. Pada wilayah pedalaman dan perbatasan pada umumnya merupakan kawasan pegunungan dengan ketinggian 500-2000 m dpl.
Jenis Tanah

Jenis-jenis tanah yang terdapat di daerah ini menurut Soil Taxonomi USDA termasuk kedalam golongan Ultisol, Entisol, Histosol, Inceptisol dan Mollisol, sedangkan menurut Lembaga Penelitian Tanah Bogor terdiri dari jenis tanah Podsolik, Alluvbial, Andosol dan Renzina.
Iklim dan Curah Hujan Karakteristik iklim dalam wilayah Kabupaten Kutai adalam iklim hutan tropika humida dengan perbedaan yang tidak begitu tegas antara musim kemarau dan musim hujan. Curah hujan berkisar antara 2000-4000 mm per tahun dengan temperatur rata-rata 26°C. Perbedaaan temperatur siang dan malam antara 5-7°C.

Pariwisata diKutai Kartanegara antara lain:

  1. Wisata Budaya Yakni Kedaton Kutai Kartanegara ,Mesjid jami Adji Amir Hasanuddin,Muara Kaman ,Museum Mulawarman Sanga Sanga,Wisata budaya Lainnya

b.Wisata Alam :Danau Semayang dan DAnau melintang ,kawasan wisata bukit bengkirai,pantai tanah merah ,taman Agrowisata batuah,Taman Anggrek Sendawar.

  1. Taman Rekreasi : Jembatan Kutai Kartanegara,Taman Wisata Pulau Kumala,Waduk Panji Sukarame,Taman Rekreasi Lainnya.

d.Wisata Ilmu Pengetahuan :BOS (Borneo Orangutan Survival ) Museum kayu tuah himba ,Planetarium jagat raya, Wisata Ilmu Pengetahuan.

Salah satu wisata Budaya terkenal yakni :

  1. Museum Mulawarman

 

Bangunan Keraton Kutai Kartanegara terletak di Ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara (Tenggarong), Keraton peninggalan Kerajaan Kutai Kartanegara ini sekarang beralih fungsi menjadi Museum Mulawarman, didirikan pada tahun 1932 oleh Pemerintah Belanda yang menyerahkan Keraton kepada Sultan Adji Muhammad Parikesit pada tahun 1935. Bahan bangunannya didominasi oleh beton mulai dari ruang bawah tanah, lantai, dinding, penyekat hingga atap.

Di halaman depan Museum terdapat duplikat Patung Lembu Swana yang merupakan lambang Kerajaan Kutai Kartanegara. Arsitektur dari museum ini mengadopsi dari arsitektur tradisional Suku Dayak yang ada di Kutai.

Di dalam Musium Mulawarman ini tersimpan benda-benda yang mempunyai nilai sejarah/seniyang tinggi yang pernah digunakan oleh Kesultanan seperti :

  • Singgasana, sebagai tempat duduk Raja dan Permaisuri. Kursi ini terbuat dari kayu, dudukan dan sandarannya diberi berlapis kapuk yang berbungkus dengan kain yang berwarna kuning, sehingga tempat duduk dan sandaran kursi tersebut terasa lembut. Kursi ini dibuat dengan gaya Eropa, penciptanya adalah seorang Belanda bernama Ir. Vander Lube pada tahun 1935
  • Patung Lembu Swana Lambang Kesultanan Kutai, dibuat di Birma pada tahun 1850 dan tiba di Istana Kutai pada tahun 1900. Lembu Swana diyakini sebagai Kendaraan Tunggangan Batara Guru. Nama lainnya adalah Paksi Liman Janggo Yoksi, yakni Lembu yang bermuka gajah, bersayap burung, bertanduk seperti sapi, bertaji dan berkukuh seperti ayam jantan, berkepala raksasa dilengkapi pula dengan berbagai jenis ragam hias yang menjadikan patung ini terlihat indah
  • Kalung Uncal, benda ini merupkan atribut dan benda kelangkapan kebesaran Kesultanan Kutai Kartanegara yang digunakan pada waktu penobatan Sultan Kutai menjadi Raja atau pada waktu Sultan merayakan ulang tahun kelahiran dan penobatan Sultan serta acara sakral lainnya
  • Meriam Sapu Jagad Peninggalan VOC, Belanda
  • Prasasti Yupa, yang trdapat di Museum ini adalah tiruan dari Yupa yang asli yang terdapat di Museum Nasional di Jakarta. Prasasti Yupa adalah prasasti yang ditemukan di bukit Brubus Kecamatan Muara Kaman. ke-7 prasasti ini menadakan dimulainya zaman sejarah di indonesia yang merupakan bukti tertulis pertama yang ditemukan dan berhuruf Pallawa bahasa Sansekerta
  • Seperangkat Gamelan dari Keraton Yogyakarta 1855
  • Arca Hindu
  • Seperangkat Meja Tamu peninggalan Kerajaan Bulungan
  • Ulap Doyo, hasil kerajinan Suku Dayak Benuaq
  • Minirama tentang sejarah Kerajaan Kutai Kartanegara
  • Koleksi Numismatika (mata uang dan alat tukar lainnya)
  • Koleksi Keramik dari Cina, Jepang, Vietnam dan Thailan
  • Dan lain-lain
  1. Kedaton Kutai Kartanegara

Kedaton terletak di pusat Kota Tenggarong, terletak di belakang Museum Mulawarman dan di depan Monumen Pancasila Tenggarong atau Jalan Monumen barat. Dan letaknya tidak jauh dari Museum Mulawarman, Planetarium Jagad Raya dan Masjid Jami’ Adji Amir Hasanoeddin. Dibangun pada tahu 2001 dan sejarah dibukanya objek wisata ini adalah untuk melestarikan budaya Kutai. Pihak Kesultanan membuat Lembaga Adat dan Dewan Adat di setiap daerah-daerah yang merupakan wilayah Kerajaan Kutai sebagai wadah untuk melestarikan budaya, fungsinya sebagai perpanjangan tangan dari Kesultanan Kutai.

Arsitektur Kedaton Kutai KArtanegara merupakan perpaduan gaya modern dan gaya istana Kerajaan Kutai Kartanegara. Ruangan istana nampak megah dan mewah dengan tatanan Singgasana Sultan di kelilingi oleh kursi yang terbuat dari emas. Di sebelah kiri Singgasana terdapat gamelan Jawa.

Didalam Kedaton juga terdapat banyak ukiran yang berciri khas adat Kutai, Dayak dan Jawa untuk menunkukkan bahwa Kerajaan Kutai Kartanegara memiliki hubungan sejarah yang erat dengan suku Dayak dan Kesultanan Jawa.

  1. Masjid Jami’ Adji Amir Hasanoeddin Tenggarong

Masjid Jami Hasanoeddin masuk wilayah Kesultanan Kutai Kartanegara dan cirri khas kerajaan Kutai yang ada pada zaman Raja Adji Mahkota berupa mushola kecil dan dibangun menjadi masjid berukuran besar pada tahun 1930 pada saat Kerajaan Kutai diperintah oleh Sultan Adji Mohammad Parikesit ( 1920-1959 ).
Pembangunan Masjid Jami’ Adji Amir Hasanoeddin tahap pertama dilaksanakan pada saat Kerajaan di perintah oleh Sultan Adji Mohammad Sulaiman dan tahap kedua dilaksanakan oleh cucunya yaitu Sultan Adji Muhammad Parikesit dan diprakarsai oleh seorang Menteri Kerajaan yang bernama H.A.Amir Hasanoeddin dengan gelar Haji Adji Pangeran Sosronegoro. Nama menteri inilah yang kemudian di abadikan menjadi nama Masjid ini.

Koleksi yang terdapat dalam mesjid ini adalah Menara Masjid, Tiang Guru, Mimbar masjid, dan Sudut Mihrab masjid.

Bangunan mesjid dirancang permanen bercorak rumah Adat Kalimantan Timur.Atapnya tumpang tiga dengan puncaknya berupa bentuk limas segi lima.Pada setiap tingkatan ditandai ventilasi yang jumlahnya bervariasi,bergantung pada besar kecilnya bangunan.

Mesjid ini memiliki peran besar bagi masyarakat Tenggarong dan sekitarnya. Karena mengandung nilai historis yang tidak bisa dilupakan begitu saja oleh umat islam, masjid ini sudah ditetapkan sebagai salah satu masjid yang bersejarah di indonesia.

Wisata Alam antara Lain:

  1. Danau Semayang Dan Danau Melintang

Danau Semayang dan Danau Melintang terletak tidak jauh dari Kota Bangun. Dua Danau ini akan menyatu saat arus air Sungai Mahakam turun. Tapi saat air Sungai Mahakam naik di waktu malam hari, dua danau ini terpisah.
Danau Semayang berada di sebelah kiri dan Danau Melintang disebelah kanan.

Didua danau ini wisatawan dapat menikmati pemandangan hamparan air sungai yang tenang dan juga kicauan burung. Keindahan alam ini mencapai puncaknya pada saat matahari terbit dan matahari terbenam. Seolah- olah matahari terbit dan tenggelam ditengah rimba Pulau Kalimantan. Didua danau ini juga terdapat spesies ikan pesut yaitu lumba-lumba air tawar yang sangat jarang dijumpai.

Selain sebagai kawasan wisata alam, Danau Semayang dan Danau Melintang juga dijadikan sumber mata pencaharian bagi penduduk Desa Semayang Kenohan dan Desa Pela.

  1. Kawasan Wisata Bukit Bengkirai

Kawasan Wisata Bukit Bengkirai terletak pada Km 38 jalan raya Soekarno Hatta Balikpapan Samarinda, merupakan kawasan wisata alam berupa hutan alami yang masih asli. Kawasan wisata alam ini berada di areal PT. Inhutani I Unit Manajemen Hutan Tanaman Industri (UMHTI) dan diresmikan pada tanggal 14 Maret 1998 oleh Mantan Menteri Kehutanan Ir. Djamalluddin Suryohadikusumo. Merupakan kawasan yang berperan penting untuk mengembangkan monumen hutan alam tropika basah.

  • Canopy Bridge (Jembatan Tajuk),merupakan jembatan yang menghubungkan pohon canopy satu dengan pohon canopy yang lain setinggi 25-30 meter dari permukaan tanah dengan panjang keseluruhan 64 meter dan menguhubungkan 5 pohon Bangkiray. Dari atas jembatan dapat dilihat formasi Tajuk Tegakan Dipterocarpaceae sebagai ciri dari Hutan Hujan Tropis yang cukup indah dan membentuk stratum atas yang saling sambung menyambung.
  • Pada Kawasan Bukit Bangkiray terdapat rumah panjang yang dapat di pergunakan untuk ruangan sarasehan atau ruang serba guna yang berbentuk rumah adat dayak dengan kapasitas 50-70 orang.
  • Cottages dan Restaurant terdapat 5 cottages bergaya rumah adat panggung dengan fasilitas yang lengkap.
  • Jalan Setapak (Trek), merupakan sarana Adventure Jungle untuk menjelajahi kawasan Hutan Bangkiray,dilengkapi dengan fasilitas untuk mengamati flora / fauna yang unik dan langka seperti beruang madu , jenis-jenis burung, babi hutan, monyet dan lainnya. Serta aneka ragam flora seperti jenis-jenis Anggrek dan tanaman langka lainnya.
  • Jungle Tracking, dengan 7 Trek yang panjangnya 150 meter s/d 6 Kilometer.
  • Pondokan (Shelter), sebagai tempat istirahat dan makan bersama, juga sebagai tempat untuk mengamati satwa-satwa liar.
  • Jungle Cabin dan Mini Canopy Bridge, merupakan bangunan yang bernuansa alam dan berada di dalam hutan
  • Sarana Olahraga dan Bumi Perkemahan (Camping Ground), antara lain Tennis Court,Volley Ball,renang,sepeda dan lain-lain
  • Aktivitas Outbound (Team Building)
  • Program Adopsi Pohon, merupakan program yang mengajak pihak luar berpartisipasi menjadi orangtua asuh terhadap pohon yang tubuh dan berada di Kawasan Bukit Bangkiray dengan cara membayar iuran untuk keperluan pemeliharaan pohon tersebut.

Keanekaragaman Flora :

  • Pohon Bangkiray, merupakan maskot utama dari Bukit Bangkiray.
  • Koleksi Anggrek, yaitu Anggrek Hitam,Anggrek Tebu, Anggrek Mata, Anggrek Bintang, Berpijar dan lain-lain.
  • Kebun buah-buahan Hutan, yaitu Buah Manggis, Buah Mentega, Buah Lai, Buah Rambai Palembang, Ramania dan Buah Kalangkala.

Keanekaragaman Fauna :

  • Burung – burung,terdapat 113 jenis Burung antara lain Punai, Kirik-Kirik Biru, Kacep, Murai Batu, Sepah dan lain-lain.
  • Jenis fauna lainnya seperti Owa-owa,Beruk,Lutung Merah,Monyet Ekor Panjang, Babi Hutan dan Bajing Terbang.
  • Pengakaran Rusa,jenis yang ditangkarkan adalah Rusa Sambar.

Juga ada Program Tanaman Memorial yang merupakan suatu bentuk respon bagi pengunjung yang ingin memiliki kenangan-kenangan setelah berkunjung ke wisata Bukit Bangkiray dengan cara menanam di areal yang telah disediakan oleh Pengelola Kawasan Bukit Bangkiray.

  1. Pantai Tanah Merah

Objek Wisata Pantai adalah Pantai Tanah Merah Samboja yang terletak di Tanjung Harapan, Samboja, 14 KM dari persimpangan Jalan Raya Balikpapan – Samarinda (KM 50) dan berjarak 127 KM dari Tenggarong dengan luas kurang lebih 8 ha.

Pantai ini berpasir putih ditumbuhi pohon cemara yang tumbuh lebat memperindah pesisir pantai. Merupakan tempat yang sangat cocok untuk berekreasi atau berkemah sambil berburu kepiting dan memancing ikan. Tempat ini dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan roda dua ataupun roda empat.

  1. Taman Agrowisata Batuah

Kawasan ini terletak di KM.24 Loa Janan yang merupakan jalan utama antara Samarinda dan Balikpapan. Dan memiliki luas 35 ha dengan konsep pertanian, alam dan wisata dan berada diantara pertanian rakyat desa Batuah. Taman Agrowisata Batuah ini dikelola oleh Dinas Pertanian Tanaman Propinsi Kalimantan Timur akan tetapi lokasi dan areanya berada di Kabupaten Kutai Kartanegara. Lama tempuh dari Balikpapan ke Taman Agro adalah sekitar 1 jam 30 menit, sedangkan jarak tempuh dari Tenggarong ke Taman Agro adalah sekitar 45 menit.

Terdapat berbagai macam jenis anggrek di Agrowisata ini, diantaranya adalah Anggrek Alam, Dandrobium, Anggrek Vanda, Anggrek Bulan, dan tanaman hias lainnya. Anggrek-anggrek di tempat ini juga dapat dibeli dengan harga yang relatif murah.

Selain Anggrek, juga terdapat Rumah Kaktus dan merupakan salah satu objek yang dapat dikunjungi. Terdapat 10 rumah kaktus yang berjejer rapi dan berwarna-warni. Sama dengan anggrek, kaktus inipun dapat dibeli denga harga yang relatif murah.

Di kawasan inipun terdapat kolam pemancingan yang juga merupakan salah satu andalan dari Agrowisata Batuah. Terdapat 3 buah kolam yang berada di lekukan perbukitan yang dapat menampung kurang lebih 100 orang pemancing.

Fasilitas lainnya adalah Jogging Ttack dan Camping Ground. Dengan lokasi yang terhampar luas serta berada pada dataran tinggi di tengah-tengah kebun buah-buahan sehingga setiap pengunjung dapat menikmati suasana alam yang indah dengan angin sepoi-sepoi dan adanya aroma keharuman bunga yang menyegarkan.

Aneka buah-buahan yang terdapat di Agrowisata ini, diantaranya adalah jenis-jenis Rambutan seperti Binjai, Lebak Bulus, Rapiah, Antalagi, Durian, Nanas, Salak Pondoh, Jambu dll

Fasilatas yang terdapat di Agrowisata ini adalah Cafe, Fergola denga payung bunga, saung tempat istirahat, toilet dan Villa dengan gaya rumah panggung yang disewakan bagi pengunjung yang ingin bermalam.

  1. Taman Anggrek Sendawar

Lokasi Taman Anggrek Sendawar berada dalam kawasan Waduk Panji Sukarame dan terletak di belakang Waduk dengn luas ± 2 ha. Taman Anggrek ini mempunyai ± 43 koleksi Anggrek yang dikumpulkan dari berbagai daerah kecamatan. Dibukanya objek wisata ini adalah untuk melestarikan kekayaan flora khas yang ada di Kalimantan. Biasanya tempat ini dikunjungi oleh pengunjung pada hari sabtu dan minggu.

Harga Tiket : Rp.500,-

Wisata taman Rekreasi Antara lain :

  1. Jembatan Kutai Kartanegara

Memasuki Wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dapat ditempuh melalui Kota Balikpapan ataupun Ibukota Propinsi Samarinda. Dari Samarinda lama tempuh ± 30 Menit, sedangkan dari Balikppan ditempuh dengan ± 2 jam. Di Kota Tenggarong sebagai Ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara, terdapat banyak pilihan objek wisata yang dapat dinikmati ataupun dikunjungi oleh wisatawan, diantaranya yaitu Jembatan Kutai Kartanegara, Jembatan ini merupakn sarana penghubung antara Tenggarong Seberang dengan Kota Tenggarong. Panjang jembatan adalah 580 Meter. Dibangun menyerupai Jembatan Golden Gate yang terdapat di San Fransisco.

Jembatan ini juga merupakan akses menuju Kota Samarinda ataupun sebaliknya yang dapat ditempuh hanya sekitar 30 menit. Setiap kendaraan beroda 4 (empat) yang lewat dikenakan retribusi sebesar Rp. 1.000,-. Melewati Jembatan Kutai Kartanegara ada pemandangan menarik yang dapat disaksikan, yaitu hamparan sebuah pulau kecil yang memisahkan Kota Tenggarong dan Kecamatan Tenggarong Seberang, yaitu Pulau Kumala, sebuagh pulau yang telah disulap menjadi Kawasan Wisata Rekreasi yang banyak diminati oleh wisatawan Nusantara karena merupakan kawasan rekreasi keluarga yang hampir mirip dengan Taman Mini Jaya Ancol di Jakarta.

Di kawasan Jembatan Kutai Kartanegara juga terdapat Jam Bentong yang merupakan sebuah Tugu yang terdapat taman-taman yang terlihat asri dan indah jika dilihat dari atas jembatan. Di dekat jembatan dinagun sarana olahraga panjat dinding sebanyak 2 buah. Kawasan ii setiap sorenya selalu dipenuhi oleh pengunjung yang dapat menikmati keindahan Jembatan Kutai Kartanegara serta memandang Pulau Kumala dari kejauhan.

  1. Taman Wisata Pulau Kumala

Kawasan Pulau Kumala terletak di tengah Sungai Mahakam merupakan daerah Delta yang memanjang di sebelah Barat Kota Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara dengan luas 76 Ha perpaduan antara teknologi modern dan budaya tradisional. Di desain menjadi Taman Wisata Rekreasi dan ditata rapi dengan perpaduan arsitektur berteknologi modern dan budaya tradisional.

Sejak tahun 2000 Pulau Kumala di bangun menjadi Kawasan Wisata. Pembangunan Taman Wisata Pulau Kumala dilakukan secara bertahap dan berkembang. Dan teru-menerus dilakukan penambahan Fasilitas rekreasi yang akan dapat terus menarik pengunjung, khususnya bagi pengunjung yang membawa keluarganya untuk berakhir pekan dan menikmati segala fasilitas di Pulau Kumala yang Eksotis.Di pulau ini juga terdapat DJS Resort Pulau Kumala lengkap dengan Kolam Renang, restoran, Cottage dan Sarana Bagi mereka yang ingin istirahat.

C.Waduk Panji Sukarame

Waduk ini terletak di Kelurahan Panji Sukarame dan merupakan taman rekreasi yang sangat bagus untuk dinikmati dengan adanya pemandangan alam dan air waduk yang tenang. Luas lahan adalah ± 32 ha. Di sekeliling waduk banyak terdapat gazebo atau pondok-pondok untuk tempat beristirahat bagi para pengunjung. Di area Waduk ada cafe atau warung untuk tempat makan dan minum serta panggung untuk tempat pertunjukan musik. Fasilitas arena bermain bagi anak-anak juga terdapat di lokasi ini, yaitu sepeda air, ayunan, perosotan dan lain-lain.
Harga tiket masuk untuk dewasa dan anak-anak adalah Rp. 500.-

Wisata Ilmu Pengetahuan antar lain :

  1. BOS (Borneo Orang Utan Survival)

Awal sejarah berdirinya BOS adalah tahun 1991 yang merupakan proyek rehabilitasi orang utan, beberapa kali bergantian nama hingga akhirnya terbentuklah Yayasan Penyelamat Orang utan Borneo (The Borneo Orang Utan Survival Foundation) atau disingkat BOS.

Bos – Satwa terletak di Jalan Balikpapan – Handil KM 44 Kel. Margomulyo, Kec. Samboja, Kutai Kartanegara denagn alamat Website http://www.orangutan.or.id
Kegiatan utama dari BOS adalah melakukan rehabilitsasi satwa sebelum di lepaskan ke habitat aslinya.

Areal BOS – Samboja adalah seluas kurang lebih 1800 Ha dan menjadi tempat perlindungan satwa liar, terutama bagi Orang utan dan Beruang Madu yang tidak dapat dilepas liarkan ke alam karena penyakit, umur yang sudah tua dan ccat lainnya.

Terdapat enam pulau buatan yang sengaja diperuntukkan sebagai tempat orangutan. Kawasan Konservasi satwa juga dilengkapi dengan Sekolah Hutan yang mneyediakan tempat bermain dan pengenalan kembali keterampilan yang diperlukan orangutan untuk hidup setelah dilepas liarkan ke habitat aslinya.

BOS juga memiliki sebuah program eco wisata yang disebut SAMBOJA LODGE yang mengedepankan misi kelestarian lingkungan di dalamnya. Beberapa paket yang ditawarkan dalam program Samboja Lodge adalah mengikuti beberapa kegiatan harian Yayasan BOS dalam Program Rehabilitas Satwa (Orangutan dan Beruang Madu), kegiatan rehabilitasi lahan kritis, kegiatan kebun organik, kegiatan pembuatan pupuk organik (Kompos) dan pengamatan kehidupan liar yang ada di sekitar areal BOS – Samboja Lestari.

  1. Museum Kayu Tuah Himba

Museum Kayu Tuah Himba terletak tidak jauh dari Kawasan Waduk Panji Sukarema yaitu berjarak sekitar 600 meter dari Waduk. Dibangun dengan bangunan kayu panggung yang berukuran 20 x 20 M2. Bangunan ini di kelilingi oleh pohon-pohon tinggi menyerupai hutan lindung. Pengunjung dapat menyaksikan beraneka ragam koleksi yang berkaitan dengan kehutanan, khususnya hutan Kalimantan yang kaya akan berbagai jenis pohon. Yang melatar belakangi dibukanya objek wisata ini adalah karena adanya buaya yang telah diawetkan dalam Museum Kayu tersebut.

Koleksi dari Museum kayu ini, di antaranya adalah:
• Kerajinan Kutai yang terbuat dari rotan, berupa lemari kursi, lampu, tempat tidur dll
• Kerajinan Dayak, diantaranya adalah anjat, mandau, ukiran Dayak yang terbuat dari kayu ulin
• Miniatur rumah khas Dayak
• Jenis-jenis kayu di huatan daerah Kutai Kartanegara
• Koleksi jenis kayu 200 buah
• Koleksi jenis-jenis daun kayu yang dikeringkan 200 buah
• Koleksi biji-bijian
• Koleksi potongan log atau batangan pohon yang tumbuh di Hutan Kalimantan
• Buaya Muara yang diawetkan (jantan dan betina)
• Koleksi Kepiting pemakan sari kelapa

Tarif masuk ke Museum ini adalah Rp.500,-/Orang

  1. Planetarium Jagat Raya

Planetarium Jagad Raya terletak di Jalan Pangeran Diponegoro, di sebelah kiri bangunan Museum Mulawarman dan dibangun pada tahun 2002 dan diresmikan pada tanggal 16 April 2003

Tempat ini merupakan sarana wisata ilmu pengetehuan untuk menikmati keindahan alam semesta berupa bintang-bintang, planet dan segala sesuatu di angkasa luar. Planetarium Angkatan laut di surabaya yang berfungsi sebagai sarana pendidikan astronomi bagi publik. Planetarium ini merupakan tempat Teater Bintang atau teater alam, karena dapat memperlihatkan isi alam semesta serta susunannya.
Alat peraga yang digunakan berupa Proyektor Skymaster ZKP 3 buatan perusahaan Carl Zeiss Jerman, dengan tinggi maksimum 2750 mm dan berat mencapai 250 kg, lensa yang dimilikinya adalah 100 lensa. Memproyeksikan gambar matahari, bulan, komet, meteor, bintang, rasi, galaksi dan lain-lain. Selain proyektor utama, pada Skymaster ZKP 3 juga terdapat pendukung lainnya berupa proyektor effect dan 8 buah proyektor slide yang berfungsi untuk memproyeksikan gambar.

Ruang yang di gunakan sebagai ruang peragaan memuat 92 kursi yang ditempatkan melingkari proyektor dan saat pertunjukan dimulai, ruangan tertutup rapat sehingga tidak ada cahaya yang masuk dan sirkulasi udara di atur dengan pendingin ruangan.

Tarif masuk :
– Dewasa : Rp.7.500,-
– Anak- anak : Rp.5.000,-

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *